BULUH PERINDU

Juni 16, 2008 oleh riefzu

Ini merupakan salah satu cerita/mitos tentang buluh perindu. Buluh Perindu berasal dari 2 kata, yaitu buluh dan perindu. Buluh menurut bahasa Bangka (mungkin ada juga daerah lain–) adalah sebutan untuk Bambu. Sebutan lainnya yaitu Blijit, bambu kecil biasanya dijadikan pagar hidup. Betung, sebutan untuk bambu yang berjenis besar dan keras. Sedangkan Perindu, berasal dari kata dasar Rindu (kangen) yang merupakan kata sifat. Bila ditambah awalan pe- akan berubah menjadi kata kerja. Jadi berarti pembuat rindu.
Bila digabungkan, maka Buluh Perindu berarti bambu pembuat rindu. Tetapi dalam tulisan ini tidak akan menjelaskan apa kegunaaan dari buluh perindu. Tulisan ini mengangkat tentang sebuah mitos yang ada di Bangka.

Di Bangka, ada sebuah bukit yang tinggi (katanya tertinggi) dan lebih sering disebut sebagai Gunung Maras. Keadaan alam di Bangka dahulunya masih terdiri atas hutan-hutan lebat nan alami, bahkan bisa disebut hutan rimba. Banyak misteri yang menyertai dimasing-masing hutan. Banyak larangan yang harus kita taati jika kita memasuki hutan ini.

Nah, di sekitaran Gunung Maras ini juga terdapat perbukitan. Salah satu bukit yang terkenal yaitu Bukit Tambun Tulang. Bukit Tambun Tulang jika diartikan adalah sebuah bukit yang berasal dari timbunan tulang-tulang. Konon katanya di bukit inilah terdapat Buluh Perindu. Namun belum satupun yang tau bagaimana bentuk atau benda yang namanya Buluh Perindu.

Cerita ini berawal dari dua orang anak laki-laki yang disuruh ibunya mencari kayu di hutan. Setelah  lama mencari banyak sudah kayu yang didapatkan. Namun sang kakak terus mencari dan mengumpulkan kayu tersebut, sementara sang adik sudah mencegah kakaknya untuk berhenti. Sang kakak terus masuk kedalam hutan dan tiba-tiba dia mendengar sebuah suara yang sangat merdu. Sang adik terus saja mencegah kakaknya, namun selalu dibantah. Tanpa terasa sang kakak telah jauh masuk kedalam hutan. Dia selalu penasaran dan mencari dimana sumber bunyi tersebut berasal.

Setiap kali di berjalan, bunyi tersebut terasa dekat. Namun bila didekati tidak akan bertemu dengan sumber tersebut. Pencariannya terus berhari-hari di dalam hutan, dan selalu berputar-putar di dalam hutan yang lebat tersebut. Dan akhirnya tidak kuat lagi berjalan, latih dan akhirnya meninggal di dalam hutan tersebut.

Sang adik yang pulang lalu menjumpai ibunya di rumah.dan melaporkan kejadian yang dialaminya. Mereka menunggu kepulangan sang kakak hingga berhari-hari.sang adik juga tak kuasa menunggu dan memutuskan untuk mencari kakaknya masuk kedalam hutan. Dan apa yang terjadi, sang adik juga terkena buluh perindu dan mengalami hal yang serupa, meninggal didalam hutan.

Peristiwa ini selalu terjadi jika penduduk yang masuk ke dalam hutan dan terkena buluh perindu. Banyak penduduk yang meninggal didalam hutan tersebut. Rasa penasaran merekalah yang membunuh mereka sendiri. Dan akhirnya hutan tersebut karena banyak penduduk yang mati maka tulang-tulang mereka bertumpukan dan membentuk sebuah bukit, yang konon di sebut Bukit Tambun Tulang.

Wallahu’alam

Menurut salah-satu sumber, suara tersebut berasal dari rerumpunan bambu yang bergesek terkena angin dan menciptakan suara merdu mendayu-dayu sehingga membuat orang mendengarnya seperti terlena lalu membuat orang penasaran mencarinya.

Pesan Moral :
Jika memasuki hutan janganlah terlena dengan keadaan sekelilingnya, jangan membuat sesumbar dan selalu menjaga kelestarian alam.

Antara Kebiasaan & Kebisaan

Mei 14, 2008 oleh riefzu

Ada satu kebiasaan dari kecil yang tidak pernah kutinggalkan. Menyimpan segala sesuatu yang kutemui. Dikamar selalu berserakan barang-barang yang kelihatan tidak berguna, sering bertumpuk-tumpuk dan berserakan. Dari kertas print-print-an, koran, tulisan-tulisan, notes, plastik, sampai mainan masa kecil yang saudah usang pun masih ada. Dan, terkadang itu saya rasa sangat berguna.

(padahal entah itu perasaan malas atau merasa berguna…) he

Sering sekali terpikirkan ingin merapikan (istilah kasarnya-membuang) semua itu. Tapi setiap kali itu hendak dilakukan, satu-persatu kuteliti, kuingat sejarah barang tersebut dan akhirnya tidak jadi ku “amankan” sehingga kembali menumpuk di pojok kamar. Dan, kembali seperti sedia kala…

(Paling-paling mengamankannya dengan cara memasukkannya kedalam kotak. Dan, menumpukkannya lagi)

Yah terkadang juga menyadari betapa mengganggu pemandangan keberadaan barang-barang tersebut. Mobil-mobilan Yonkuro “Tamiya” masih ada dibawah meja, robot-robotan masih terpajang diatas meja. Berbagai nota, dari slip atm, slip belanja, kupon, voucher, dan lain-lain berserakan diatas meja. Dan, saya enjoy dengan itu semua.

Ada satu masalah yang sering kutemui dengan semua itu, yaitu setiap kali membutuhkan sesuatu seringkali barang tersebut tidak berada ditempatnya. Dan, saya harus membongkar kembali semuanya.

(Lalu, semuanya semakin berantakan)

Apa sih yang saya dapatkan dengan semua ini? Yang jelas, tak seorang pun betah didalam kamar saya. Hahaha….

Sesuai judul, tentu anda akan bertanya dari semua itu. Apa kebisaan saya? Bila merasa kebiasaan anda seperti saya, maka jawabannya adalah … ya… Kebiasaan itu!!

Sebenarnya, kebiasaan itu tak kan disadari oleh orang tersebut. Sampai ia menyadari dan bertanya dalam dirinya sendiri, apakah itu kebisaan saya?

Selamat bertanya pada diri sendiri !!

La Tahzan: Isi Waktu Luang Dengan Berbuat!

Mei 3, 2008 oleh riefzu

Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan
menjadi penebar isu dan desas desus yang tak bermanfaat. Itu karena akal
pikiran mereka selalu melayangdayang tak tahu arah. Dan,
{Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.}
(QS. At-Taubah: 87)
Saat paling berbahaya bagi akal adalah manakala pemiliknya menganggur dan tak berbuat apa-apa. Orang seperti itu, ibarat mobil yang berjalan dengan kecepatan tinggi tanpa sopir, akan mudah oleng ke kanan dan ke kiri.
Bila pada suatu hari Anda mendapatkan diri Anda menganggur tanpa kegiatan, bersiaplah untuk bersedih, gundah, dan cemas! Sebab, dalam keadaan kosong itulah pikiran Anda akan menerawang ke mana-mana; mulai dari mengingat kegelapan masa lalu, menyesali kesialan masa kini, hingga mencemaskan kelamnya masa depan yang belum tentu Anda alami. Dan itu, membuat akal pikiran Anda tak terkendali dan mudah lepas kontrol. Maka dari itu, saya nasehatkan kepada Anda dan diriku sendiri bahwa mengerjakan amalan-amalan yang bermanfaat adalah lebih baik daripada terlarut dalam kekosongan yang membinasakan. Singkatnya, membiarkan diri dalam kekosongan itu sama halnya dengan bunuh diri dan merusak tubuh dengan narkoba.
Waktu kosong itu tak ubahnya dengan siksaan halus ala penjara Cina; meletakkan si narapidana di bawah pipa air yang hanya dapat meneteskan air satu tetes setiap menit selama bertahun-tahun. Dan dalam masa penantian yang panjang itulah, biasanya seorang napi akan menjadi stres dan gila.
Berhenti dari kesibukan itu kelengahan, dan waktu kosong adalah pencuri yang culas. Adapun akal Anda, tak lain merupakan mangsa empuk yang siap dicabik-cabik oleh ganasnya terkaman kedua hal tadi; kelengahan dan si “pencuri”.
Karena itu bangkitlah sekarang juga. Kerjakan shalat, baca buku, bertasbih, mengkaji, menulis, merapikan meja kerja, merapikan kamar, atau berbuatlah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain untuk mengusir kekosongan itu! Ini, karena aku ingin mengingatkan Anda agar tidak berhenti sejenak pun dari melakukan sesuatu yang bermanfaat.
Bunuhlah setiap waktu kosong dengan ‘pisau’ kesibukan! Dengan cara itu, dokter-dokter dunia akan berani menjamin bahwa Anda telah mencapai 50% dari kebahagiaan. Lihatlah para petani, nelayan, dan para kuli bangunan! Mereka dengan ceria mendendangkan lagu-lagu seperti burung-burung di alam bebas. Mereka tidak seperti Anda yang tidur di atas ranjang empuk, tetapi selalu gelisah dan menyeka air mata kesedihan.

Sumber: La Tahzan hal. 14

Selamat datang Dunia

April 26, 2008 oleh riefzu

Akhirnya tercapai juga keinginan selama ini… membangun sebuah Blog!!

(Jujur sih, bagi dunia Blog langkah ini sangat biasa, Tapi sebagai orang Biasa ini merupakan  langkah menuju sebuah dunia… ) he..he..he..

Baiklah dunia!! tunggu saja langkah kecil ini menjadi sebuah langkah yang tidak dianggap biasa lagi…

Salam…